Pidato Kemenangan Presiden Terpilih Joko Widodo
Presiden terpilih Jokowi, dalam pidato kemenangannya, menyampaikan terima kasih kepada Prabowo.
Berikut pidato kemenangannya yang disampaikan di atas kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, malam ini (Selasa, 22/7/2014):
“Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada bapak Prabowo Subianto dan bapak Hatta Rajasa yang telah menjadi sahabat kami dalam berkompetisi politik dalam mendapatkan mandat rakyat untuk memimpin rakyat lima tahun ke depan.
Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia, akan melapangkan jalan untuk mencapai Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, perbedaan pilihan politik seakan jadi alasan untuk memisahkan kita, padahal bukan saja keragaman dan perbedaan pasti ada dalam demokrasi, tapi juga hubungan hubungan dalam level di masyarakat tetap menjadi fondasi.
Dengan kerendahan hati, kami menyerukan kepada saudara-saudara sebangsa sebagai bangsa yang satu, bangsa Indonesia…
Pulihkan kembali hubungan hubungan keluarga, teman, tetangga yang sempat renggang. Kita bersama bertanggung jawab utk kembali membuktikan kepada diri kita kepada bangsa bangsa lain dan terutama kepada anak cucu kita bahwa politik itu penuh keriangan, politik itu di dalamnya ada kegembiraan, ada kebajikan, politik itu suatu pembebasan.
Pilpres munculkan optimisme baru, jiwa merdeka dan …kesukarelaan yang terasa mati suri kini hadir kembali dalam semangat baru.
Pilpres telah membawa pada fase baru bukan hanya peristiwa politik tapi juga peristiwa budaya, dari seniman sampai pengayuh becak, ada semangat kegotoroyong yang tak pernah mati
Semata gotong royong itu akan membuat bangsa mampu menghadapi tantangan, jadi poros maritim dunia, locus dari peradaban besar politik masa depan.
Saya hakul yakin bahwa Indonesia yang berdaulat, berdikari, berkepribadian dapat terwujud apabila kita bergerak bersama.
inilah saatnya bergerak bersama. mulai sekarang petani kembali ke sawah, nelayan kembali melaut, anak anak kembali ke sekolah, pedagang kembali ke pasar, buruh kembali ke pabrik dan karyawan kembali bekerja ke kantor.
Lupakan nomor satu nomor dua, mari kembali ke Indonesia Raya…Kita bersatu, kuat, salam tiga jari persatuan Indonesia!
Merdeka, merdeka, merdeka!”

