Jokowi-JK Deklarasi Sederhana Sesuai Kepribadian
Saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), pengantar duet Jokowi-JK lebih banyak didominasi oleh relawan daripada stuktur partai. Pasangan ini misalnya diantar oleh Relawan Projo, Seknas Jokowi, Bara JP, Seknas Tanis, Seknas Buruh, Seknas Perenpuan, KPJ-Bejo, serta alumni berbagai perguruan tinggi negeri yang mendukung Jokowi.
Terkait dengan hal ini, tim media Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari menjelaskan bahwa memang semua pimpinan parpol pengusung Jokowi-JK sepakat memilih bersikap tut wuri handayani setelah memerankan ing ngarso sung tulodho dalam membentuk kerjasama ideologis empat partai dengan menghindari motif bagi-bagi kursi. Parpol pengusung juga sepakat deklarasi Jokowi-JK harus senafas dengan substansi demokrasi; dari, oleh dan untuk rakyat.
“Artiya, parpol-parpol pengusung JKW-JK menyadari bahwa rakyat adalah sentral dan pemegang kedaulatan negeri, sedangkan parpol hanya akselerasi kepentingan-kepentingan rakyat, termasuk untuk memilih capres-cawapres,” kata Eva kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 20/5).
Hal ini juga, lanjut Eva, sesuai dengan kepribadian Jokowi-JK yang sederhana dan merakyat. Maka seluruh proses dari Teuku Umar, Gedung Joang hingga ke KPU dilakukan bersama rakyat dalam kebersahajaan. Pasangan pun sengaja memberikan sinyal bahwa mereka siap bekerja bersama rakyat, secara tulus dan sungguh-sungguh.
“Meraka akan hemat kata tapi kaya karya-karya,” ungkap Eva, sambil mengatakan bahwa Jokowi-JK gembira bahwa deklarasi pasangan ini dapat merebut hati rakyat dari jalan hingga pasar saham dan respon positif juga ditunjukkan media mainstream maupun online dimana pemberitaan deklarasi JKW-JK bukan saja mendpt porsi pemberitaan yang meningkat tetapi juga dengan tone yang positif.
“Untuk selanjutnya pasangan Jokowi-JK siap mendiskusikan visi misi dan program-programnya, yang diusulkan rakyat, dan dengan rakyat,” pungkas Eva

Bangga dengan pasangan JKW-JK dan siap mendukung keberhasilan pilpres untuk kemenangan JKW-JK menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI yang sedikit bicara tetapi banyak bekerja untuk kemajuan, kesatuan dan kemakmuran bangsa dan negara Indonesia.
Indonesia kedepan lebih maju dan baik, saya mohon program LPDB sebaiknya dilebur pada Bank Tani dan UMKM sehingga pemanfaatan untuk UMKM lebih transparan dari pada sekarang, yang terganjal harus dengan PT. UD ataupun CV, UMKM bisa jalan baik aja dan gaji pegawainya aja sudah bersyukur dan ngglatuk, bahkan umur piutang mencapai 2 bulan dan belum ada lembaga yang menjamin cashflow dan UKM menjadi sehat. Semoga konter UMKM yang sudah ada di Bandara Hang Nadim Batam, dibawah binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, tidak jadi digusur ditempat lain, karena tempat tersebut sudah terbeli pihak lain yang mampu. Ukm yang bernaung dibawah Dinas UKM Kota Batam diminta untuk menyediakan Rp 6.000.000,– per bulan dan dibebankan kepada UKM binaannya, karena dalam tahun ini belum dianggarkan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, sehingga tergusur ditempat yang paling sudut.