Efek Jokowi Naikkan Elektabilitas PDIP
Joko Widodo atau Jokowi dinilai memegang peranan penting dalam meningkatkan elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.
Berdasarkan hasil survei Center for Strategy and International Studies (CSIS) menyebutkan, PDIP berada di posisi puncak dengan pencapaian angka 20,1% dari 11 partai politik (parpol) lain pada Pileg 2014.
Hasil itu didapat tanpa menempelkan nama capresnya. Namun jika survei menyebutkan capres Jokowi, perolehan angka yang didapat oleh PDIP menjadi lebih tinggi yakni 33,4%.
“Suara PDIP tertinggi, terutama Jokowi capres,” ujar Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Philips J. Vermonte, Senin (31/3/2014).
Sementara parpol lainnya seperti Partai Gerindra memiliki angka 11,3% pada Pileg 2014. Namun jika diusung dengan nama Prabowo Subianto sebagai capresnya, maka elektabilitas partainya naik menjadi 15,5%.
Berbeda dengan Partai Golkar yang memiliki angka 15,8%, jika diusung nama capresnya yakni Aburizal Bakrie (ARB) turun menjadi 15,0%.
“Penyebutan nama Jokowi, ARB dan Prabowo sebagai capres akan meningkatkan dukungan terhadap PDIP di Pulau Jawa dari 23,5% menjadi 35,1%. Begitu juga di luar Pulau Jawa dukungan PDIP dari 15,6% menjadi 31,2%,” tambahnya.

Indonesia saatnya dipimpin Presiden dari sipil sehingga dwifungsi abri berjalan dengan baik dan transparan, Sanggupkan pemimpin daerah mengikuti derap langkah Jokowi yang cepat membawa perubahan dengan solusi yang win-win. Bersama Jokowi Indonesia akan lebih maju, peranan wong cilik di dengar. Perlu dicermati LPDP dan Dana bergulir untuk UKM perlu transparasi, bila perlu diumumkan secara terbuka dan usaha produktifnya sehingga keinginan kemajuan perekonomian dilini bawah akan nampak dan transparan.
Jokowi cocok untuk menjadi Presiden RI, karena beliau sederhana, jujur, prorakyat dan memiliki rekan jejak yang bagus sebagai walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.